Kamis, 07 Januari 2010

Contoh Proposal PTS

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU EKONOMI DALAM MENYUSUN RPP MELALUI PELATIHAN SIMULASI DI SMP BINAAN KAB. BOGOR

PENGAWAS SLTP
TAHUN 2009
DAFTAR ISI

JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
ABSTRAKSI
DAFTAR TABEL
LAMPIRAN


BAB. I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
2. Perumusan Masalah dan cara pemecahannya
3. Tujuan dan manfaat hasil penelitian.

BAB. II KAJIAN/TINJAUAN PUSTAKA

BAB. III METODE PENELTIAN
1. Perencanaan Tindakan
2. Pelaksanaan Tindakan
3. Metode Pengumpulan Data

BAB. IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Siklus 1
2. Siklus 2

BAB. V. SIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA


BAB. I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Guru yang professional harus memiliki 5 kompetensi yang salah satunya adalah penyusunan program yaitu menyusun RPP untuk mempersiapkan dalam proses pembelajaran. Hal ini ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Akademik Guru, dan Permendiknas Nomor 10 Tahun 2009 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan.
Dalam realitasnya, sebagian besar guru kesulitan dalam menyusun RPP. Salah satu penyebabnya:
1. Terdapat 30 % guru yang membuat RPP dan sudah menerapkan pada disekolahnya
2. Terdapat 30% guru yang sudah mengikuti pelatihan penyusunan RPP namum belum bisa menerapkan pada sekolahnya;
3. Terdapat 40 % guru yang belum pernah mengikuti pelatihan dalam penyusunan RPP, mereka hanya copy paste pada rekannya.

Kondisi tersebut, tentu saja tidak dapat dibiarkan terus menerus, tetapi harus ada solusi atau tindakan nyata dari kalangan para pengawa pembina. Berkaitan dengan itu, para guru harus dibina dan difasilitasi untuk meningkatkan kemampuannya dalam menyusun RPP.

2. Perumusan Masalah dan Cara Pemecahannya
Upaya meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP sesungguhnya dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain melalui pelatihan, mengikutsertakan guru dalam seminar-seminar dan workshop, menyediakan berbagai panduan dan modul, semiloka, serta berbagai upaya lainnya. Namun dengan mempertimbangkan segala keunggulan dan kelemahannya, maka yang lebih tepat adalah Pelatihan simulasi . Pertimbangannya, dengan simulasi guru lebih proaktive dan membentuk karekter diri dalam upaya untuk menyusun RPP. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, masalah penelitian dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan penelitian: “apakah melalui pelatihan penyusunan pembuatan RPP dapat meningkatkan kinerja guru mapel ekonomi pada Sekolah Binaan SMP 1,2,3,4 Kabupaten Bogor”?
Rencana Pemecahan :
o Rencana pemecahan masalah ini dilakukan dengan pelatihan simulasi penyusunan RPP pada guru mapel ekonomi untuk meningkatkan kinerja guru.
o Adapun pengambilan keputusan tersbut dapat merubah paradigma guru didalam menyusun RPP yang sesuai dengan ketercapaian kompetensi dasar yang dituntut di dalam KTSP.




3. Tujuan Penelitian Tindakan
Sejalan dengan permasalahan di atas, maka tujuan utama dalam penyusunan RPP adalah membantu Guru Mapel Ekonomi dalam menyusun RPP sehingga dapat menjadi acuan di dalam proses pembelajaran, sehingga ketuntasan minimal dapat tercapai.
4. Manfaat Penelitian Tindakan
Penelitian tindakan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi berbagai kalangan. Pertama, memberikan manfaat yang besar dalam pemecahan masalah guru dalam penyusunan RPP yang. Kedua, Keberadaan guru mapel ekonomi semakin diakui dan di kalangan para guru. Ketiga, kemampuan pengawas sekolah dapat lebih meningkat untuk melakukan pembinaan kepada guru. Keempat, kemampuan guru maupun kemampuan para siswa di sekolah dipastikan kualitas pembelajaran di sekolah tersebut meningkat.

B. KAJIAN PUSTAKA
Penelitian ini memerlukan referensi yang relevan dengan konsep, prinsip, dan prosedur pelaksanakan penelitian tindakan sekolah, seperti buku-buku dan jurnal tentang topik penelitian pada umumnya yang berkaitan langsung dengan penelitian tindakan. Di samping itu, perlu juga melakukan kajian pustaka tentang RPP, seperti kedudukan, tugas pokok, fungsi, peranan, dan program-program serta kinerja yang dapat dilaksanakan oleh guru. Selanjutnya, perlu pula melakukan kajian terhadap kemungkinan dampak yang dapat diperoleh dari pemberdayaan guru di Sekolah.

C. PROSEDUR PENELITIAN

1. Jenis Tindakan
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Binaan Kabupaten Bogor, khususnya guru mata pelajaran ekonomi. Jumlah guru yang terlibat sebanyak 20 orang guru.

2. Persiapan Tindakan
Pelaksanaan penelitian ini akan didahului dengan melakukan persiapan berupa skenario kegiatan, jadwal waktu dan tempat, narasumber yang diperlukan, sarana pendukung lainnya, seperti sumber belajar, lembar observasi, serta rubrik penilaian proposal dan laporan penelitian sekolah yang dibuat.

3. Pelaksanaan Tindakan
Penelitian tindakan ini akan mengintrodusir pemberdayaan guru mapel SMP pada SMP 1,2,3,4 dengan langkah-langkah pelaksanaan sebagai berikut:
Seiring dengan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan guru akan dilakukan pengamatan terhadap proses dan progres serta hasil-hasil lainnya. Untuk keperluan ini, peneliti melaksanakan sendiri dengan bantuan alat lembar observasi serta rubrik, yang dipersiapkan sebelumnya.




4. Evaluasi dan Refleksi
Pada akhir kegiatan akan dilakukan evaluasi dalam bentuk forum presentasi proposal dan laporan singkat hasil penelitiannya, dengan meminta bantuan reviewer dari kalangan perguruan tinggi.
Berdasarkan hasil yang diperoleh selama proses kegiatan pemberdayaan guru serta hasil evaluasi yang dilakukan akan dilanjutkan dengan refleksi, untuk menemukan hal-hal positif dan hal-hal negatif yang masih memerlukan perbaikan.

5. Siklus Tindakan
Penelitian ini akan dikakukan minimal dalam dua siklus. Pada siklus pertama, peneliti akan melaksanakan tindakan seperti yang sudah dipaparkan dalam rencana/persiapan di atas. Pada siklus kedua atau setersusnya akan mengimplementasikan rencana yang sudah direvisi berdasarkan hasil dan temuan pada siklus pertama atau sebelumnya. (Instrumen terlampir)

BAB. IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN:

Dari hasil refleksi tindakan penelitian, dapat disimpulkan :
1. Sejumlah 14 Guru dari 21 guru ekonomi pada sekolah binaan dapat menyusun RPP yang standar sesuai dengan KTSP masing-masing sekolah;
2. Terdapatnya dokumen 2 yang ada di masing-masing sekolah binaan;
3. Ketuntasan minimal dalam mata pelajaran ekonomi dapat tercapai.

BAB. V. KESIMPULAN DAN SARAN :

A. Kesimpulan :
1. Peranan pengawas pembinan sangat dibutuhkan dalam memotivasi guru mapel ekonomi untuk meningkatkan kinerjanya terlihat pada hasil penelitian siklus sampai dengan siklus 2, kinerja guru mengalami peningkatan sangat signifikan;
2. Kemampuan guru mapel ekonomi meningkat dalam penyusunan RPP dari siklus 1 dan 2 terjadi peningkatan sejak pengambilan data awal disebabkan adanya motivasi untuk mengikuti pelatihan dalam penyusunan RPP;
3. Tingkat pemahamam dan pengetahuan guru tentang keterlaksanaan penyusunan RPP pada siklus 1 masih lemah, namun setelah siklus 2 semua guru pada 4 sekolah yang menjadi sample sudah memiliki kinerja dalam katagori baik.

B. Saran :
Berdasarkan hasil penelitian tindakan sekolah maka dapat :
1. Peran Pengawas sekolah dalam melakukan pembinaan guru mapel ekonomi secara kontinue melalui pelatihan sangat dibutuhkan;
2. Agar supaya RPP yang telah disusun oleh guru menjadi acuan dalam pembelajaran dan ketuntatasan SK/KD untuk mencapai tuntas minimal.

DAFTAR PUSTAKA
(akan ditentukan kemudian), tetapi akan memuat buku, jurnal, dan refersnsi lain yang berkaitan dengan penelitian tindakan kelas, model-model supervisi akademik guru, statistik deskriptif, dan teknik analisis data kualitatif)